
Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas PGRI Jombang menggelar Sarasehan Pendampingan Sosial Budaya pada 17–19 Mei 2025 di Klenteng Hok Liong Kiong Jombang. Kegiatan yang menggandeng Forum Kerukunan Masyarakat Jombang (FKMJ) ini menghadirkan Kinanti Erste Panggayuh Putri, M.Sn., sebagai narasumber, dengan peserta terdiri dari pemuka agama dan budayawan setempat sebanyak 20 orang. Sarasehan ini menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas untuk memperkuat pemahaman tentang keragaman budaya Jombang di tengah dinamika globalisasi.
Dalam kegiatan tersebut, pendekatan budaya visual digunakan untuk membantu peserta membaca ulang simbol, tradisi, dan representasi budaya lokal Jombang. Melalui media budaya visual adat istiadat, keragaman seni budaya, serta ritual keagamaan, narasumber mengajak peserta melihat bahwa budaya tidak hanya hidup dalam praktik sosial, tetapi juga dalam visualisasi yang membentuk persepsi lintas kelompok. Pendekatan ini menjadi cara efektif memperkuat dialog multikultural berbasis pengalaman sehari-hari masyarakat.

Diskusi berlangsung dinamis, terutama ketika peserta membahas tantangan globalisasi yang dapat menurunkan rasa memiliki terhadap budaya lokal. Materi “Pentingnya Menjaga Narasi Kebersamaan dan Inklusivitas” menekankan bahwa representasi yang inklusif dalam budaya visual mampu menjadi jembatan antar kelompok agama dan etnis. Peserta juga mengidentifikasi kebutuhan media visual untuk memperluas pemahaman positif lintas budaya, baik dalam penerapan kegiatan tatap muka maupun media sosial sebagai ruang budaya visual baru. Melalui pendekatan budaya visual ini, pengabdian masyarakat menghasilkan pemahaman dan komitmen kolektif untuk meneruskan edukasi multikultural di komunitas masing-masing. Pengabdian ini diharapkan menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan berkelanjutan yang memperkuat toleransi, kerukunan, dan identitas budaya Jombang di era global.

